Selasa, 07 Desember 2010

Contoh Kasih Sayang Orang Tua

Kejadian ini berlasung 2 hari di tempat kerja saya yaitu di warnet yang berlokasi depan Universitas Gunadarma Kampus G Kelapa 2 Depok (buset promosi tempat kerjanya lengkap banget). Seperti hari-hari biasanya, selain chating, ngaskus dan ngeblog terkadang saya membantu orang untuk mencari bahan tugas untuk keperluan orang, baik itu artikel biasa ataupun file yang di download langsung dari komputer server untuk nantinya bisa di print langsung.

-------------------------------------------------------------------------------------

Hari pertama datanglah bapak-bapak setengah baya bersama putranya yang masih duduk di bangku SMP yang datang ke warnet ini dan meminta bantuan saya untuk mencarikan tugas anaknya, dan inilah percakapan yang saya ingat:
Bapak2 : mas, mau minta tolong cariin tulisan buat anak saya, buat tugasnya di sekolahan, bisa kan? Saya: tugas apa pak? Bapak2 : ayo tugas apa? bilang ke masnya (perintah bapak itu kepada anaknya) Bocah :^#%*&%^#*^@#($& (ga jelas banget suaranya) Bapak2 : kalo ngomong yang jelas sih, cowo kok ngomongnya gitu, lagian sama-sama cowo pake malu segala (maksudnya mungkin biar anaknya jadi pemberani dan ga usah minta anter lagi dan biar anaknya kalo ngomong ga menya-menye kaya cewe)

Hari kedua, ada 2 orang wanita seumuran bapak2 kemaren, tiba-tiba datang ke warnet dan minta tolong juga seperti bapak2 yang kemaren, beliau minta tolong ke saya layaknya minta tolong ke dukun (berharap banget saya bisa menolongnya)
Ibu2: mas, minta cariin tugas buat anak saya, katanya kaya gini (sambil nunjuk buku LKS), dia ga mau sekolah, ngamuk-ngamuk kalau tugasnya ga mau selesai hari ini Saya: iya bu, saya cari. Tapi kalau boleh kasih saran, anaknya suruh kesini ajah, biar tau tugas yang mana yang harus dikerjain, takutnya salah terus ngamuk-ngamuk lagi.

-------------------------------------------------------------------------------------

Dari kedua contoh di atas (ga usah inget2 dialognya ya), jelaslah bahwa orang tua selalu ingin melakukan hal yang terbaik untuk anaknya, walapun mungkin kadar kasih sayangnya yang berlebihan atau terlalu dimanja, mereka bersusah payah mencari 'bantuan' demi tugas anaknya yang seharusnya itu sudah menjadi tugas anaknya (karena emang tugas sekolahan).

Jadi inget dulu nih waktu belum sekolah, ada mainan anak-anak yang kalau kita pengen naikin tuh mainan mesti masukin koin dan mainan tersebut menyerupai hewan, superhero (supermen), dll yang ada di Pribumi Plaza (dulu toko swalayan terbesar dan mewah di Babakan), mungkin maenan tersebut setara odong-odong (kalo odong2 mah manual a.k.a digoel/digocek sama mamangnya). Dulu kan pernah tuh naek kaya gituan (kalo ga salah bayarnya koin Rp. 100,-), eh pas lagi enak-enak maenan "kok ga goyang-goyang ya.." lalu saya menoleh ke belakang, ternyata ada anak nakal yang menahan goyangan tuh maenan sampe-sampe ga goyang (kan ga seru kalo ga goyang), meweklah saya waktu itu (namanya juga anak-anak umur 5 tahun + lucu pula saya wakt kecil) dan pastinya laporan ke emih (Ibu), lalu emih langsung datengin tuh tempat maenan dan samperin anak nakal dan apa yang terjadi? demi membalaskan dendam anaknya yang lucu (saya) emih langsung ngeludahin tuh anak nakal, wkwkwkwkkw... puas tah sia...!!

Memang orangtua selalu ingin melakukan yang terbaik bagi anaknya, agar anaknya merasa aman berada di lindunga orang tua. Sekarang ketika kita sudah beranjak dewasa, lindungi dong orang tua, jaga dan sayangi orang tua yang dulu sayang kepada kita...


Dedy Kecil



Ilustrasi saya waktu masih kecil, lucu kan?